Tampilkan postingan dengan label FIQIH Kelas 3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FIQIH Kelas 3. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Desember 2017

Uraian Materi Fiqih Kelas 3 Bab 6 Tentang Shalat Tarawih

A.   Pengertian Shalat Tarawih
Shalat Tarawih adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada setiap malam bulan Ramadhan. Istilah tarawih tidak disebutkan dengan jelas. Istilah tarawih berasal dari kata “raha” artinya istirahat. Disebut demikian karena shalat ini dilakukan berkali-kali, dan setelah salam beristirahat sejenak. Ada juga yang berpendapat bahwa arti tarawih adalah santai. Hukum shalat tarawih adalah sunnah muakkad. Artinya, shalat tarawih sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.

B.   Waktu dan Bilangan Rakaat shalat Tarawih
Waktu pelaksanaan shalat Tarawih adalah antara shalat Isya’ sampai dengan terbit fajar pada malam bulan Ramadhan. Jumlah rakaat shalat Tarawih terdapat perbedaan berdasarkan hadis-hadits Rasulullah Saw., tetapi kaum muslimin pada umumnya mengerjakan shalat Tarawih sebanyak 8 atau 20 rakaat. Di Indonesia, sebagian besar umat Islam mengerjakan shalat tarawih 20 rakaat, dan sebagian yang lain mengerjakan shalat tarawih 8 rakaat.

C.   Cara Mengerjakan Shalat Tarawih
Shalat Tarawih pada umumnya dikerjakan dengan cara dua rakaat salam sampai genap jumlah rakaatnya. Contoh: Amin mengerjakan shalat tarawih 20 rakaat, setiap dua rakaat di akhiri salam, berarti Amin mengerjakan shalat tarawih dengan 10 kali salam.
Selain mengerjakan dengan cara dua rakaat diakhiri salam, ada juga yang mengerjakan shalat tarawih dengan cara empat rakaat diakhiri salam sampai genap jumlah rakaatnya. Contoh: Rusli mengerjakan Shalat Tarawih 8 rakaat, setiap empat rakaat di akhiri salam tanpa tahiyat awal, berarti Rusli mengerjakan shalat Tarawih dengan 2 kali salam.
A.   Keutamaan Shalat Tarawih
Suatu ketika Nabi Muhammad Saw. ditanya tentang keutamaan salat tarawih dalam bulan Ramadhan, maka beliau menjawab :
Pada malam ke-1 : Orang mukmin terlepas dari dosa-dosanya seperti  ketika dilahirkan oleh ibunya.
Pada malam ke-2 : Allah mengampuni dosa dirinya dan kedua orang tuanya bila mereka mukmin.
Pada malam ke-3 : Malaikat memanggil dari bawah ‘Arsy “Mulailah beramal. Allah telah mengampunimu dari dosa-dosa terdahulu”.
Pada malam ke-4 : Dia mendapatkan pahala seperti pahala orang membaca Taurat, Zabur, Injil dan AlQuran.
Pada malam ke-5 : Allah memberinya seperti yang diberikan kepada orang yang salat di Masjidil Haram Mekkah, Masjid Nabawi, Madinah dan Masjidil Aqsa.
Pada malam ke-6 : Allah memberinya pahala seperti pahalanya malaikat yang tawaf di Baitul Makmur dan batu-batuan dan lumpur memohonkan ampun bagi dirinya.
Pada malam ke-7 : Seakan-akan bertemu Nabi Musa dan membantu beliau dalam menghadapi Fir’aun dan Haman. Pada malam ke-8 : Allah menganugerahi apa yang dianugerahkan kepada Nabi Ibrahim as.
Pada malam ke-9 : Bagaikan ibadah Nabi Muhammad saw.
Pada malam ke-10 : Allah memberinya kebaikan dunia dan akhirat.
Pada malam ke-11 : Meninggal dunia tanpa dosa seperti sucinya pada waktu keluar dari perut ibu.
Pada malam ke-12 : Pada hari kiamat wajahnya bersinar seperti bagaikan bulan purnama.
Pada malam ke-13 : Pada hari kiamat aman dari segala bahaya.
Pada malam ke-14 : Para malaikat datang menyaksikan bahwa dirinya telah melaksanakan salat Tarawih, maka Allah tidak menghitung amalnya (bebas hisab).
Pada malam ke-15 : Malaikat mendoakannya demikian pula malaikat penyangga ‘Arsy dan kursi.
Pada malam ke-16 : Allah menulisnya bebas dari ancaman api neraka dan bebas masuk surga.
Pada malam ke-17 : Mendapat pahala seperti pahalanya para nabi As.
Pada malam ke-18 : Malaikat memanggilnya dan mengatakan bahwa Allah meridainya dan kedua orang tuanya.
Pada malam ke-19 : Allah mengangkat derajatnya di surga Firdaus.
Pada malam ke-20 : Diberi pahala para Syuhada dan Salihin.
Pada malam ke-21 : Allah menganugerahkan padanya rumah di surga yang terbuat dari nur.
Pada malam ke-22 : Pada hari kiamat aman dari segala yang menakutkan dan menyusahkan.
Pada malam ke-23 : Allah membuatkan kota baginya di surga.
Pada malam ke-24 : Dia berhak atas dua puluh empat permintaan yang akan diijabahi.
Pada malam ke-25 : Allah menghindarkan dari siksa kubur.
Pada malam ke-26 : Allah memberinya pahala selama empat puluh tahun.
Pada malam ke-27 : Akan melewati sirathal mustaqim seperti secepat kilat menyambar. Demikian penjelasan kitab Durratun Nasihin. Dalam riwayat itu setiap tarawih pada malam-malam Ramadhan mempunyai keistimewaan sendiri-sendiri, seakanakan bila tertinggal salah satu malam tidak dapat digantikan malam yang lain.

-s e l e s a i-

Uraian Materi Fiqih Kelas 3 Bab 2 Tentang Jama dan Qashar

   A. Ketentuan Shalat Jama’ Qashar
1.    Sholat Jama’
a.    Pengertian Sholat Jama’
          Shalat Jama’ artinya shalat yang dikumpulkan. Maksudnya adalah dua shalat fardhu dikerjakan dalam satu waktu, misalnya shalat dhuhur dengan ashar, maghrib dengan isya’. Shalat yang boleh di jama’ adalah shalat dhuhur, ashar, maghrib, dan isya’. Sedangkan shalat shubuh tidak boleh di jama’.
Bagi orang yang dalam perjalanan diperbolehkan menjama’ shalat dengan syarat: Bukan perjalanan maksia, jaraknya jauh, sekurang-kurangnya sekitar 80km (16 Farsakh) atau lebih.
b.    Tata cara Sholat Jama’
Shalat jama’ dapat dilaksanakan dengan dua cara:
-       Jama’ Taqdim ( jama’ yang didahulukan), yakni menjama’ dua sholat yang dilaksanakan pada waktu yang pertama. Misalnya menajama’ sholat dhuhur dengan ashar, dikerjakana pada waktu dhuhur ( 4 rakaat sholat dhuhur dan 4 rakaat sholat ashar) atau menjama’ sholat maghrib dengan sholat isya’ dilaksanakan pada waktu maghrib ( 3 rakaat sholat maghrib dan 4 rakaat sholat isya’).Misalnya sholat dhuhur dengan ashar, sholat dhuhur dahulu empat rakaat kemudian ashar empat rakaat, dilaksanakan pada waktu dhuhur.
Tata caranya sebagai berikut:
1.   Berniat sholat dhuhur dengan jama’ taqdim. Bila dilafalkan yaitu:
اُصَلَّى فَرْضَ الظُّهْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا تَقْدِيْمًا مَعَ الْعَصْرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
“Saya niat sholat dhuhur empat rakaat di gabungkan dengan sholat ashar dengan jama’ taqdim karena Allah Ta’ala.
2.   Takbiratul ihram
3.   Sholat dhuhur empat rakaat seperti biasa
4.   Salam
5.   Berdiri lagi dan berniat sholat yang kedua (ashar). Jika dilafalkan sebagai berikut:
اُصَلَّى فَرْضَ الْعَصْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا تَقْدِيْمًا مَعَ الظُّهْرِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
“Saya niat sholat ashar empat rakaat di gabungkan dengan sholat dhuhur dengan jama’ taqdim karena Allah Ta’ala.
6.   Takbiratul ihram
7.   Sholat ashar empat rakaat seperti biasa

8.   Salam 

-         Jama’ Ta’khir (jama’ yang diakhirkan), yakni menjama’ dua sholat yang dilaksanakan pada waktu yang kedua. Misalnya menjama’ sholat dhuhur dengan ashar, dikerjakan pada waktu ashar atau menjama’ sholat maghrib dengan isya’ dilaksanakan pada waktu isya’.Misalnya sholat maghrib dengan isya’, boleh sholat maghrib dulu tiga rakaat kemudian sholat isya’ empat rakaat, dilaksanakan pada waktu isya’.
Tata caranya sebagai berikut:
1.   Berniat menjama’ sholat maghrib dengan jama’ ta’khir. Bila dilafalkan yaitu:
اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا تَأْخِيْرًا مَعَ الْعِشَاءِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
“Saya niat sholat maghrib tiga rakaat digabungkan dengan sholat isya’ dengan jama’ ta’khir karena Allah Ta’ala.
2.   Takbiratul ihram
3.   Sholat maghrib tiga rakaat seperti biasa
4.   Salam
5.   Berdiri lagi dan berniat sholat yang kedua (isya’). Jika dilafalkan sebagai beerikut:
اُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا تَأْخِيْرًا مَعَ الْمَغْرِبِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
“Saya niat sholat isya’ empat rakaat digabungkan dengan sholat maghrib dengan jama’ ta’khir karena Allah Ta’ala.
6.   Takbiratul ihram
7.   Sholat isya’ empat rakaat seperti biasa
8.   Salam

2. Sholat Qashar
a.   Pengertian Sholat Qashar
Sholat qashar adalah sholat yang bilangan rakaatnya diringkas yaitu sholat fardhu yang empat rakaat diringkas menjadi dua rakaat.
Mengqashar sholat hukumnya diperbolehkan, bahkan lebih diutamakan bagi orang yang dalam perjalanan. Allah swt berfirman:
وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِى الْاَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوْا مِنَ الصَّلَوةِ...
Artinya:
“Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqashar sholatmu” (QS. An-Nisaa: 101).
a.   Syarat Sholat Qashar
Orang yang dalam perjalanan atau bepergian jauh (musafir), diperbolehkan mengqashar sholat dengan syarat:
1)   Bukan perjalanan maksiat.
2)   Jaraknya jauh, sekurang-kurangnya sekitar 80km atau lebih.
3)   Shalat yang diqashar hanya sholat yang 4 rakaat saja yaitu dhuhur, ashar, dan isya. Sedangkan sholat shubuh dan magrib tidak boleh diqashar.
4)   Berniat qashar ketika takbiratul ihram.
5)   Tidak bermakmum pada orang yang bukan musafir.
B.      Praktik Sholat Jama’ Qashar
Ketika sedang dalam perjalanan jauh atau bepergian, Allah swt, memberikan keringanan (rukshoh) bagi kita dalam mengerjakan sholat. Keringanan yang Allah berikan sebaiknya kita manfaatkan karena Allah swt menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesulitan bagi kita dalam menjalankan ibadah kepada-Nya.
Allah swt berfirman:

...يُرِيْدُ اللَهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ...

Artinya:
“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” (QS. Al Baqarah: 185)

1.    Cara Mengerjakan Sholat Jama’.
Ada dua macam cara mengerjakan sholat jama’ yaitu:
a.   Jama’ Taqdim
Jama’ taqdim yaitu mengerjakan dua sholat fardhu pada waktu sholat fardhu yang pertama. Misal sholat dhuhur dengan sholat ashar dikerjakan diwaktu dhuhur, sholat magrib dengan isys dikerjakan diwaktu magrib secara berturut-turut, tidak boleh diselingi sholat sunnah atau perbuatan lainnya.
b.  Jama Ta’khir
Jama’ ta’khir yaitu mengerjakan dua sholat fardhu pada waktu sholat fardhu yang kedua. Misalnya sholat dhuhur dengan sholat ashar dikerjakan diwaktu ashar dan sholat magrib dengan sholat isya dikerjakan diwaktu isya secara berturut-turut tidak boleh diselingi sholat sunnah atau perbuatan lainnya.
2.    Cara Mengerjakan Sholat Qashar.
Cara mengerjakan sholat qashar yaitu dengan meringkas sholat fardhu yang empat rakaat menjadi dua rakaat. Jadi sholat yang bisa diqashar hanyalah sholat dhuhur, ashar, dan isya. Gerakan dan bacaan sholat qashar dikerjakan seperti sholat dua rakaat biasa.

3.  Cara Men-Jama’ sekaligus Men-Qashar
Cara mengerjakan shalat qashar yaitu dengan meringkas shalat fardhu yang 4 rakaat menjadi 2 rakaat. Jadi shalat yang bisa diqashar hanyalah shalat Dzuhur, Ashar dan Isya. Gerakan dan bacaan shalat qashar dikerjakan seperti shalat dua rakaat biasa.bersama-sama artinya kita mengerjakan dua shalat fardhu dalam satu waktu sekaligus meringkas bilangan rakaatnya.
Adapun yang perlu diingat pada cara mengerjakannya adalah dengan mengerjakan shalat tersebut secara berturut-turut, maksudnya setelah selesai salam shalat yang pertama kita langsung mengerjakan shalat yang kedua dengan tidak boleh diselingi shalat sunnah ataupun perbuatan lainnya.
4.  Niat shalat Jama’ dan Qashar
a.   Lafadz niat shalat Dhuhur jama’ taqdim dan qashar.
أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا مَعَ الْعَصْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلَّه تَعَالَى
“Saya niat shalat fardhu Dhuhur dua rakaat qashar jama’ dengan Ashar, jama’ taqdim karena Allah Ta’ala.
b.   Lafadaz niat shalat Ashar jama’ taqdim dan qashar.
أُصَلِّى فَرْض الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا اِلَى الظُّهْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلَّه تَعَالَى
“Saya niat shalat fardhu Ashar dua rakaat qashar jama’ dengan Dhuhur, jama’ taqdim karena Allah Ta’ala.
c.   Lafadz niat shalat Maghrib jama’ taqdim.
اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا مَعَ الْعِشَاءِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ للهِ تَعَالَى
“Saya niat shalat fardhu Maghrib tiga rakaat jama’ dengan Isya’, jama’ taqdim karena Allah Ta’ala.
d.   Lafadz niat shalat Isya’ jama’ taqdim dan qashar.
أُصَلِّى فَرْض الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا اِلَى الْمَغْرِبِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلَّه تَعَالَى
“Saya niat shalat fardhu Isya’ dua rakaat qashar jama’ dengan Maghrib, jama’ taqdim karena Allah Ta’ala.
e.   Lafadz niat shalat Dhuhur jama’ ta’khir dan qashar.
أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا اِلَى الْعَصْرِ جَمْعَ تَأخِيْرِ لِلَّه تَعَالَى
“Saya niat shalat fardhu Dhuhurdua rakaat qashar jama’ dengan Ashar, jama’ ta’khir karena Allah Ta’ala.
f.    Lafadz niat shalat Ashar jama’ ta’khir dan qashar.
أُصَلِّى فَرْض الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا مَعَ الظُّهْرِ جَمْعَ تَأخِيْرِ لِلَّه تَعَالَى
“Saya niat shalat fardhu Ashar dua rakaat qashar jama’ dengan Dhuhur, jama’ ta’khir karena Allah Ta’ala.
g.   Lafadz niat shalat Maghrib jama’ ta’khir.
اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا اِلَى الْعِشَاءِ جَمْعَ تَأْخِيْرِ للهِ تَعَالَى
“Saya niat shalat fardhu Maghribtiga rakaat jama’ dengan Isya’, jama’ ta’khir karena Allah Ta’ala.
h.   Lafadz niat shalat Isya’ jama’ ta’khir dan qashar.
أُصَلِّى فَرْض الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا مَعَ الْمَغْرِبِ جَمْعَ تَأخِيْرِ لِلَّه تَعَالَى
“Saya niat shalat fardhu Isya’dua rakaat qashar jama’ dengan Maghrib, jama’ ta’khir karena Allah Ta’ala.
 - s e l e s a i-

Video Pembelajaran Menyenangkan!!!