Tampilkan postingan dengan label SKI Kelas 3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SKI Kelas 3. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Desember 2017

Uraian Materi SKI Kelas 3 Bab ke-6 Tentang Masa Dewasa Rasulullah

A. Pernikahan Nabi Muhammad dengan Khadijah
Nabi Muhammad lahir di kota Makkah, sebuah daerah di bagian tengah jazirah Arab yang merupakan salah satu tempat paling terbelakang pada saat itu. Terlahir dalam suasana masyarakat jahiliyah, Muhammad dikenal memiliki sifat yang berbeda dengan orang-orang disekitarnya. Beliau dijuluki Al-Amin yang berarti “orang yang dapat dipercaya” karena beliau memang dikenal sebagai orang yang sangat jujur di kalangan masyarakat Makkah pada saat itu. Kejujuran dan kesederhanaannya membuat seorang janda saudagar bernama Khadijah mempercayakan barang dagangannya kepada Muhammad. Seiring dengan berjalannya waktu, Khadijah dan Muhammad pun menikah. Pada saat itu Khadijah sudah berumur 40 tahun, sedangkan Muhammad baru berusia 25 tahun.
Selama Nabi Muhammad Saw.berdagang bersama pamannya, Nabi Muhammad Saw. banyak mendapatkan ilmu dalam berniaga. Sifatnya yang jujur dan mulia menjadikan orang lain percaya dan mengajak untuk bekerja sama dalam berdagang.
Salah satu orang yang simpati adalah Siti Khadijah, seorang saudagar kaya di kotaMakkah saat itu. Khodijah menginginkan Nabi Muhammad Saw. pada usia 25 tahun bekerja padanya dengan menjualkan barang-barang dagangannya ke Syam. Nabi Muhammad Saw. dipercaya untuk berdagang dan ditemani oleh Maisyarah.
Peristiwa tentang cara dagangnya Nabi Saw. itu diceritakan Maisyarah ke Khadijah. Lantas Khadijah tertarik dan mengutus Nufaisah Binti Mun-ya untuk menemui Nabi agar mau menikah dengan Khadijah. Setelah itu Nabi memusyawarahkan kepada pamannya dan disetujuinya akhirnya Khadijah menikah dengan Nabi Muhammad Saw dengan mas kawin 20 ekor Onta Muda.
Usia Khadijah waktu itu 40 tahun dan Nabi Muhammad Saw. 25 tahun. Dalam perkawinannya Nabi dianugerahi 6 putra-putri yaitu Qāsim, Abdullāh, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kulṡum dan Fāṭimah. Semua anak laki-laki Nabi wafat waktu masih kecil dan anak perempuannya yang masih hidup sampai Nabi wafat adalah Fāṭimah.

B. Cara berdagang Nabi Muhammad Saw.
Selama berdagang untuk Khadijah, Nabi Muhammad Saw. Mendapatkan keuntungan yang besar. Hal ini didapatkan karena selama berdagang ia sangat tekun, jujur, ramah, dan murah senyum kepada pembeli yang datang.
Nabi Muhammad Saw. tidak pernah membohongi pembeli. Jika ia melihat ada barang dagangan yang cacat, maka ia tunjukkan kecacatannya. Jika barang tersebut berharga murah, maka ia tidak akan menjual dengan harga yang mahal.
Apa yang dilakukan Nabi Muhammad Saw. dalam berdagang tidak membuatnya rugi. Bahkan, ia mendapatkan keuntungan yang besar, sebab cara berdagang yang dilakukan Nabi Muhammad Saw. banyak orang yang senang dan banyak membeli barang yang didagangkan sehingga barang yang dijual Nabi Muhammad Saw. tidak tersisa.
Mereka merasa senang karena menjumpai pedagang yang benar-benar jujur. Mereka senang mendapatkan barang yang baik dan tidak tertipu.

C. Kebijaksanaan Nabi Muhammad Saw.
Pada usia 35 tahun lima tahun sebelum keNabian ada suatu peristiwa yaitu Makkah dilanda banjir besar hingga meluap ke Baitul Haram. Dengan peristiwa itu orang-orang Quraisy sepakat untuk memperbaiki Ka’bah dan yang menjadi arsitek adalah orang Romawi yang bernama Baqum.
Ketika pembangunan sudah sampai di bagian Hajar Aswad mereka saling berselisih tentang siapa yang meletakkan hajar Aswad ditempat semula dan perselisihan ini sampai 5 hari tanpa ada keputusan dan bahkan hampir terjadi pertumpahan darah. Akhirnya Abu Umayah menawarkan jalan keluar siapa yang pertama kali masuk lewat pintu masjid itulah orang yang memimpin peletakan Hajar Aswad. Semua pada sepakat dengan cara ini. Allah Swt menghendaki ternyata yang pertama kali masuk pintu masjid adalah Rasulullah Saw. dan yang berhak adalah Rasulullah.
Orang-orang Quraisy berkumpul untuk meletakkan Hajar Aswad. Rasulullah meminta sehelai selendang dan pemuka-pemuka kabilah supaya memegang ujung-ujung selendang lalu mengangkatnya bersamasama. Setelah mendekati tempatnya Nabi mengambil Hajar Aswad dan meletakkannya ke tempat semula akhirnya legalah semua. Mereka pada berbisik dan menjuluki “Al-Amin” yang artinya dapat dipercaya.

D.  Sifat-sifat Nabi Muhammad Saw.
Nabi Muhammad Sawmempunyai kelebihan dibanding dengan manusia biasa, beliau sebagai orang yang unggul, pandai, terpelihara dari hal-hal yang buruk, perkataannya lembut, akhlaknya utama, sifatnya mulia, jujur terjaga jiwanya, terpuji kebaikannya, paling baik amalnya, tepat janji, paling bisa dipercaya sehingga mendapat julukan Al-Amin dan beliau juga membawa bebannya sendiri, memberi kepada orang miskin, menjamu tamu dan menolong siapapun yang hendak menegakkan kebenaran.
Semenjak kecil Nabi Muhammad Saw. telah memiliki sifat tabah, sabar, hormat, taat, dan rajin bekerja. Hal itu tampak ketika beliau menjadi seorang penggembala kambing.Nabi Muhammad Saw. tidak malu menjalankan pekerjaannya itu untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Kadangkadang sebagian upahnya diberikan kepada pamannya, karena keluarga pamannya bukan termasuk yang yang berkecukupan.

Dengan sifatnya yang jujur, sejak kecil Muhammad sudah dikenal sebagai anak yang dapat dipercaya. Beliau sangat dicintai oleh teman-teman sebayanya karena tidak pernah bohong, tidak sombong, maupun menyakiti orang lain. Sifat-sifat yang dimiliki Nabi Muhammad Saw. inilah yang harus  kita tiru dan kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Uraian Materi SKI Kelas 3 Bab 5 Tentang Masa Muda Rasulullah Saw

A.  Masa Remaja Nabi Muhammad Saw
Masa remaja adalah saat-saat yang sangat penting dalam pembangunan sifat seseorang. Masa remaja adalah masa peralihan antara masa anak-anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun sebagai manusia, Nabi Muhammad saw juga pernah mengalami masa remaja.
Masa remaja Nabi Muhammad dilalui dalam sebuah lingkungan yang sangat baik. Walaupun Nabi melewati masa remajanya tanpa didampingi kedua orang tuanya, namun Abu Talib sebagai paman dan adik andung dari ayahandanya, telah mengambil alih fungsi kedua orang tua dengan sangatbaik. Abu Talib memperlakukan Muhammad dengan penuh kasih sayang melebihi putranya sendiri. Rasa sayang yang ditampilkan tentu saja bukan kasih sayang yang memanjakan, tapi yang bersifat mendidik. Bersama pamannya, Nabi hidup dengan sederhana karena Abu Talib adalah orang yang sederhana secara materi atau gaya hidup. Kesederhanaan itu membuat Nabi menjadi sosok yang mudah bersimpati pada kaum lemah, miskin dan terpinggirkan.
Nabi juga dikenal aktif dalam kehidupan sosial dan dikenal sebagai pekerja keras. Nabi melakukan pekerjaan yang biasa dikerjakan oleh mereka yang sebaya. Bila tiba bulan-bulan suci, kadan Nbai tinggal di Makkah dengan keluarga, kadang pergi bersama mereka ke tempat-tempat yang berdekatan dengan Ukaz, manjinah dan zulmijaz, mendengarkan sajak-sajak yang dibawakan oleh penyair-penyair hebat.

B.  Perilaku Nabi Muhammad Saw
Beberapa aktivitas dan perilaku Nabi dalam kehidupan masa remajanya yang tercataat sejarah antara lain:
·        Perjalanan ke Syam
·        Meninggalkan tradisi buruk
·        Ikut perang Fijar
·        Menjadi penggembala kambing

C.  Sifat-sifat Nabi Muhammad saw
Semasa kecil Nabi Muhammad saw, memiliki sifat yang jujur. Ia tidak pernah berbohong kepada orang lain. Dalam berdagang Nabi Muhammad Saw juga jujur kepada paman dan pembelinya. Sehingga, pamannya sangat percaya dan banyak mengajarkan cara-cara dagang kepada Nabi Muhammad saw. Dengun tekun dan suka rela Nabi Muhammad saw mempelajari sedikit demi sedikit cara berdagang
Selama Nabi Muhammad saw berdagang bersama pamannya, Nabi Muhammad saw, banyak mendapatkan ilmu dalam berniaga. Sifatnya yang jujur dan mulia menjadikan orang lain percaya dan mengajak untuk bekerja sama dalam berdagang. Salah satu orang yang simpati adalah Siti Khadijah, seorang saudagar kaya di kota Makkah saat itu. Khadijah ingin Nabi Muhammad saw, bekerja padanya dengan menjualkan barang-barang dagangannya.
Selama berdagang untuk Khadijah, Nabi Muhammad saw mendapatkan keuntungan yang besar. Hal ini didapatkan karena selama berdagang ia sangat tekun, jujur, ramah dan murah senyum kepada pembeli yang datang.
Nabi Muhammad saw, tidak pernah membohongi pembeli. Jika ia melihat ada barang dagang yang cacat, maka ia tunjukkkan kecacatannya. Jika barang tersebut berharga murah, maka ia tidak akan menjual harga yang mahal.
Apa yang dilakukan Nabi Muhammad Saw, dalam berdagang tidak membuatnya rugi. Bahkan, ia mendapatkan keuntungan yang besar, sebab cara berdagang yang dilakuka Nabi Muhammad Saw, banyak orang yang senang dan banyak membeli barang yang didagangkan sehingga barang yang dijual Nabi Muhammad saw, tidak tersisia. Mereka merasa senang karena menjumpai pedagang yang benar-benar jujur. Mereka senang mendapatkan barang yang baik dan tidak tertipu.
Semenjak kecil Nabi Muhammad saw telah memiliki sifat tabah, sabarm hormat dan rajin bekerja. Hal itu tampak ketika beliau menjadi seorang penggembala kambing Nabi Muhammad saw, tidak malu menjalankan pekerjaannya itu untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Kadang-kadang sebagaian upahnya diberikan kepada pamannya, karena ke;uarga pamannya bukan termasuk yang berkecukupan.
Beliau sangat dicintai oleh teman-teman sebayanya karena tidak pernah bohong, sombong, maupun menyaiti orang lain. Sifat-sifat yang dimiliki Nabi Muhammad saw, inilah yang harus kita tiru dan kita prkatekan dalam kehidupan sehari-hari.

Video Pembelajaran Menyenangkan!!!