Tampilkan postingan dengan label AQIDAH AKHLAK Kelas 3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AQIDAH AKHLAK Kelas 3. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Desember 2017

Uraian Materi Aqidah Akhlak Kelas 3 Pembelajaran Ke-10 Tentang Akhlak Terpuji [II]

PELAJARAN 10
AKHLAK TERPUJI

(RUKUN DAN TOLONG MENOLONG)

Ayo, amati dan ceritakan gambar berikut!

Apakah kalian pernah melakukan perbuatan seperti pada gambar di atas?
Hal baik apa yang pernah kalian lakukan selama ini?
Bagaimana perasaan kalian setelah menolong orang lain?
A.   Rukun
     Diantara yang termasuk ibadah yang paling utama ialah saling mencintai hanya karena Allah Swt. Dan menjalin persaudaraan di dalam agama Islam, dan itu termasuk buah dari akhlak yang baik dan kedua-duanya terpuji. Adapun yang dinamakan akhlak terpuji, Allah Swt berfirman dalam al-Qur’an surah Al-Qalam ayat 4:
وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ

Artinya:
“Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam [68]:4).
    
     Rukun termasuk salah satu akhlak terpuji. Arti rukun adalah damai dalam suatu lingkungan, baik lingkungan keluarga, Madrasah maupun masyarakat. Hidup rukun dimulai dari lingkungan yang kecil yaitu keluarga.
     Apabila dalam lingkungan keluarga saling menghormati, seperti yang muda hormat terhadap yang lebih tua dan yang tua mengasihi yang lebih muda maka, akan tercipta kerukunan dalam keluarga. Begitu juga jika di Madrasah tercipta kerukunan di antara teman maka, akan terjadi suasana yang nyaman untuk belajar. Contoh pada suatu bangunan dibutuhkan beberapa bahan diantaranya adalah: semen, batu, kapur, dan air. Jika semua bahan tersebut dicampur dan di tata maka, akan membentuk suatu bangunan yang kokoh. Sebaliknya, jika bahanbahan tersebut terpisah, Apakah dapat membentuk sebuah bangunan? Tentu tidak! Begitu pula dalam suatu kehidupan diperlukan adanya kerukunan agar terbentuk kekuatan dan kerukunan.

Ayo jawablah permasalahan berikut ini!
Permasalahan
Jawaban
Berikan beberapa contoh hidup rukun yang pernah kalian lakukan selama ini baik di rumah, di sekolah maupun di lingkungan masyarakat!


B.   Tolong-menolong
          Apakah kalian pernah menolong orang lain? Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai orang yang sedang membutuhkan bantuan, bahkan kita sendiri mungkin sering membutuhkan bantuan orang lain. Apabila kita melihat teman atau tetangga yang hidupnya serba kekurangan kita harus menolong mereka. Manusia adalah makhluk sosial artinya manusia membutuhkan bantuan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya.
          Dalam bahasa Arab tolong-menolong disebut Ta’awun. Islam mengajarkan kepada manusia untuk senantiasa tolong-menolong dalam kebaikan. Sebaliknya, Islam melarang untuk tolong-menolong dalam kejahatan dan berbuat dosa. Sering pula kita menyaksikan di layar televisi kejadian bencana alam seperti gempa bumi, gunung meletus, dan sebagainya yang menimbulkan banyak korban. Mereka sangat membutuhkan bantuan baik pakaian maupun makanan. Atas musibah itu kita sebaiknya memberikan bantuan kepada meraka untuk meringankan beban mereka. Allah Swt mengajarkan agar kita mau hidup tolong menolong.
Dalam al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 2 Allah Swt berfirman:
...وَتَعَا وَنُوا عَلَى الْبِّرِ وَالتَّقْوَى وَ لَا تَعَا وَ نُواْ عَلَى الْإِثْمِوَالْعُدْوَنِ وَآتَّقُواْالّلهَ إِنَّ الّله شَدِ يدُ آلْعِقَا بِ

Artinya:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya”. (QS. Al-Maidah [5]:2).

Ayo jawablah permasalahan berikut ini!
Permasalahan
Jawaban
Ketika mengerjakan ulangan, Soleh mengalami kesulitan. Lalu Soleh meminta bantuan pada Fahmi. Apa yang harus dilakukan Fahmi? Berikan penjelasan atas jawaban kalian!


-s e l e s a i-

Uraian Materi Aqidah Akhlak Kelas 3 Pembelajaran ke-4 Tentang Akhlak Terpuji

PELAJARAN 4
AKHLAK TERPUJI (1)

(RENDAH HATI, SANTUN, IKHLAS, KASIH SAYANG, TAAT DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI)

Ayo, amati dan ceritakan gambar berikut!


Tahukah kalian, gambar di atas merupakan perilaku yang baik atau buruk?
Pernakah kalian melakukan perilaku tersebut? Bagaimana perasaan kalian?
Ayo kita belajar tentang perilaku-perilkau terpuji!
A.   Rendah hati
          Tahukah kalian apa itu Rendah hati? Ayo kita cari tahu bersama. Rendah hati artinya tidak memandang rendah orang lain. Rendah hati sering disebut dengan tawaduk. Artinya tidak angkuh dan tidak sombong. Orang yang rendah hati selalu bersikap tenang, sederhana, dan sungguh-sungguh menjauhi perbuatan sombong. Manfaat orang yang rendah hati akan memiliki banyak teman dan disenangi oleh banyak orang karena siapapun akan senang bergaul dengannya. Rendah hati tidak akan menyebabkan seseorang menjadi terhina tetapi justru akan dihargai oleh semua orang. Orang yang rendah hati selalu menghormati orang lain tanpa melihat dan membedakan orang itu kaya atau miskin.
Dapatkah kalian memberi satu contoh perilaku rendah hati?
Ayo diskusikan permasalahan berikut ini!
Permasalahan
Jawaban
Adib berasal dari keluarga yang kaya dan mampu, ia sering memamerkan barang-barang mewah yang dia punya kepada teman-temannya. Bagaimana pendapat kalian?


B.   Santun
          Tahukah kalian apa itu Santun? Pernahkah kalian bersikap santun? Santun berarti halus tutur katanya dan baik tingkah lakunya. Santun termasuk akhlak terpuji karena akan bermanfaat baik untuk orang lain maupun diri sendiri. Dengan sifat santun seseorang akan bersikap ramah terhadap siapapun dan tidak mau menyakiti orang lain. Jika kita memiliki sifat santun maka orang lain akan senang berteman dengan kita. Rasullullah Saw telah banyak memberi contoh kepada kita berkaitan dengan sifat santun, di antaranya ketika bertemu dengan sesama muslim beliau selalu mengucapkan salam terlebih dahulu. Beliau juga berpesan bahwa “Senyummu terhadap saudaramu akan menjadi sedekah bagimu”. Itu semua menunjukkan bahwa Agama Islam mengajarkan kepada pemeluknya agar bertutur kata dan bertingkah laku yang baik dan ramah ketika seseorang berbicara dengan orang lain.
Berbahasa santun menurut ajaran Islam tidak bisa dipisahkan dengan nilai dan norma sosial budaya dan norma-norma agama. Kesantunan berbahasa dalam al-Qur’an berkaitan dengan cara pengucapan, perilaku dan kosakata yang santun disesuaikan dengan situasi dan kondisi (lingkungan). Dalam al-Qur’an surah Lukman ayat 19 Allah Swt berfirman:
وَآقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَآغْضُضْ مِن صوْتِكَ إِنَّ أَنكَرَض الْاَ صَوَا تِ لَصَوْتُالْحَمِيرِ
Artinya:
Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (QS. Lukman [31]:19).
Ayo diskusikan permasalahan berikut ini!
Permasalahan
Jawaban
Syaukil anak pertama dari empat bersaudara. Ketika bertemu dengan siapapun dia selalu mengucapkan salam terlebih dahulu. Bagaimana
pendapat kalian dari perilaku Syaukil?



Aku memiliki sifat rendah hati. Aku selalu bertutur kata sopan dan santun
kepada semua orang. Terutama kepada kedua orang tua.
A.   Ikhlas
          Pernahkah kalian memberi sesuatu kepada orang lain? Bagaimana perasaanmu setelah memberi? Apakah kalian mengharapkan imbalan? Memberi tanpa mengharapkan imbalan disebut sifat apakah itu? Ikhlas artinya suci, bersih, dan tulus. Menurut istilah, ikhlas artinya mengerjakan sesuatu kebaikan dengan niat semata-mata hanya mengharapkan ridha Allah Swt. Dalam melakukan kebaikan tanpa ingin dipuji atau mendapat balasan dari orang lain tetapi, semata-mata hanya karena Allah Swt. Setiap amal ibadah haruslah didasari rasa ikhlas, karena amal tanpa keikhlasan, maka amalnya tidak akan diterima oleh Allah Swt. Karena pada dasarnya sesuatu yang bersih dari campuran yang mencemarinya dinamakan sesuatu yang murni. Perbuatan membersihkan dan memurnikan itu dinamakan Ikhlas.
Dalam al-Qur’an surah Al-Bayyinah ayat 5 Allah Swt berfirman:
وَمآ اُمِرُ واْغِالَّا لِيَعْبُدُوأْالّلهَ مُحْلِصِينَ لَهُ الأْينَ حُنَفَآ وَيُقِمُصَّلَآو ةَ وَيُؤْ تُواْ اآزَّكَوَ
Artinya:
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus”.(QS. Al-Bayyinah [98]:5).
Walaupun untuk mengukur tingkat keikhlasan seseorang itu sangat sulit, akan tetapi dapat dilihat dari ciri-ciri berikut ini:
1. Tidak mengharapkan imbalan atau balasan apapun dari manusia selain hanya ridha Allah Swt.
2. Tidak merasa terpaksa atau terbebani dalam melakukan amal.
3. Tidak ingin dipuji atau dibanggakan orang lain.
4. Melakukan semua amal dan perbuatan dengan sepenuh hati dan penuhpengabdian.
Beberapa contoh kegiatan yang berhubungan dengan sifat ikhlas antaran lain: Infaq, shodaqah, menyantuni anak yatim, dermawan dan sebagainya, yang semuanya didasarkan adanya rasa cinta kepada Allah Swt.
Ayo diskusikan permasalahan berikut ini!
Permasalahan
Jawaban
Pada tanggal 10 Muharram, Azam dengan senang hati menyantuni anak-anak yatim yang ada di lingkungan rumahnya. Meskipun teman-teman yang lain tidak melakukan hal tersebut. Bagaimana
pendapat kalian tentang perilaku yang dilakukan Azam? Termasuk perbuatan apakah itu?


Ø  Dengan Ikhlas aku selalu bersedekah kepada fakir miskin dan anak-anak yatim.

A.   Kasih sayang
          Bagaimana cara kalian menyayangi kedua orang tua dan saudara? Siapakah yang sudah membesarkan kalian? Apakah kalian dapat membalas semua kebaikan dari kedua orang tua? Setiap orang pasti ingin dikasihi dan disayangi oleh orang-orang yang berada di sekitarnya, baik orang tua, saudara ataupun teman-temannya. Kita hidup bukan saja membutuhkan makan, minum atau harta saja, tetapi kita butuh perhatian orang lain. Seseorang yang kaya misalnya, semua yang diinginkannnya bisa dibeli dengan uangnya. Akan tetapi ia pasti butuh perhatian orang lain, baik untuk teman bicara ataupun orang yang bisa diajak untuk bertukar pikiran.
          Agar kita mendapatkan kasih sayang dari orang lain, maka kita harus mempunyai rasa kasih sayang terhadap lingkungan kita, termasuk hewan dan tumbuh- tumbuhan yang ada di sekitar kita. Dengan saling menyayangi antara yang satu dengan yang lain hidup akan terasa tenang karena kita akan saling membantu dan saling memberi.
Ayo diskusikan permasalahan berikut ini!
Permasalahan
Jawaban
Fatimah mempunyai Adik yang masih berumur tiga Tahun. Setiap sore Fatimah selalu rajin mengantar mengaji dan menjemput. Adiknya. Bagaimana pendapat kalian dengan perilaku Fatimah?

 Aku selalu menyayangi kedua orang tuaku, karena mereka sudah merawat dan membesarkan aku dengan penuh kasih sayang.
A.   Taat Dalam Kehidupan Sehari-hari
          Taat artinya mengikuti dan melaksanakan aturan yang ada dengan penuh kesadaran. Di rumah ada aturannya, misalnya ada pembagian tugas yang harus dilakukan oleh masing-masing anggota keluarga. Itu merupakan aturan keluarga yang harus dipatuhi untuk kepentingan bersama. Di kelas juga ada tata tertibnya yang harus ditaati oleh semua siswa untuk kebaikan bersama supaya suasana belajar terasa nyaman. Begitu juga jika kalian mengendarai sepeda atau berjalan kaki di jalan raya, kalian harus berada di sebelah kiri agar tidak bertabrakan dengan sesama pengguna jalan. Semua aturan itu dibuat untuk kepentingan bersama. Apabila aturan itu dilanggar maka semua orang yang ada di dalamnya tidak terasa nyaman. Jika semua orang sebagai anggota keluarga, siswa ataupun sebagai warga masyarakat mentaati peraturan yang ada, maka hidup akan terasa nyaman dan tenteram.
Ayo diskusikan permasalahan berikut ini!
Permasalahan
Jawaban
·         Apakah kalian sudah taat?
·         Kepada siapa saja kalian taat?
·         Berikan 3 contoh perilaku taat yang pernah kalian lakukan dalam kehidupan sehari-hari!

-s e l e s a i-

Uraian Materi Aqidah Akhlak Kelas 3 MI Pembelajaran ke-2 Tentang Asmaul Husna

Berikut ini adalah bahan ajar aqidah akhlak kelas 3 MI!
Pelajaran 2

Al-Asma Al-Husna
Ayo,  amati gambar berikut!

Dengan merenungkan kejadian alam semesta ini kita dapat mengetahui bahwa pencipta alam ini pasti tidak sama dengan alam yang kita tempati. Dia pasti lebih dari segalanya. Itulah salah satu bukti dari kehebatan Allah Swt. Kita dapat mengenal kebesaran Allah Swt melalui nama-nama-Nya yang terbaik atau yang disebut juga dengan Al-Asma Al-Husna.
          Al-Asma Al-Husna adalah pengenalan sifat-sifat Allah Swt. Allah Swt mengenalkan diri melalui Asma (nama-nama)-Nya. Dan nama-nama terindah itu diturunkan agar Dia dijadikan panutan dalam pengembangan potensi-potensi baik dalam diri manusia.
          Al-Asma artinya nama-nama, sedangkan Al-Husna artinya baik. Dengan demikian Al-Asma Al-Husna adalah nama-nama yang baik yang berjumlah 99 nama. Dari 99 nama-nama yang baik itu, kita akan membahas 4 dari Al-asma Al- Husna yaitu:

A. Al-Adzim  (العَظِيْمُ)

          Apa arti Al- Adzim? Bagaimana sifat Allah Swt yang berkaitan dengan Al- Adzim? Ayo kita cari tahu.
          Al-Adzim artinya Allah Maha Agung. Seluruh makhluk ciptaan-Nya tunduk dan patuh menyembah kepada-Nya. Mereka bertasbih memohon kepada Allah Swt dengan menyebut nama-Nya dan menyucikan Dzat-Nya yang Maha Agung. Tidak ada satu dzat pun yang memiliki keagungan tertinggi selain Allah Swt. Firman Allah Swt dalam al-Qur’an surah Al-Baqarah Ayat 255 menggambarkan sifat Maha Agung Allah Swt.
اللّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الحَىُ الْقَيُّوم لاتَأْ خُذُهُو سِنَةٌ وَلَا نَوم لَّهُ مَا فِى السَّمَوَتِوَمَا فِى الْارْضِ مَن ذَا الّذِىيَشْعُ عِندَهُو إشاَّلابِإِذْنِهِو يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْوَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَبِشَى ءٍ مِّن عِلْمِهِ إلابِمَا شَآء وَسِعَكُرسِيُهُالسَّمَوَاتِوَالرْضَ وَلاَيَءودُهُ حفْظُهُمَا وَهُوَالعلِّيُالعظيم
Artinya:
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi. Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.”(QS. Al-Baqarah [2]:255).
العَظِيْمُ
Artinya: Allah Maha Agung
Ayo diskusikan permasalahan berikut ini!
Permasaahan
Jawaban
Berikanlah bukti bahwasanya Allah Swt mempunyai sifat Al-Adzim!


Aku yakin bahwa keagungan Allah Swt itu satu. Tidak terbagi dan tidak terpisah-pisahkan, tetap kekal, dan keagungan Allah Swt tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.

B. Al-Kabir ) (الكبير

          Apa arti Al-Kabir? Bagaimana sifat Allah Swt yang berkaitan dengan Al-Kabir? Ayo kita cari tahu.
          Al-Kabir artinya Allah Maha Besar. Al-Kabir adalah salah satu dari Al- Asma Al-Husna yang berarti Allah Maha Besar. Kebesaran Allah Swt dibuktikan dengan ciptaan-ciptaan-Nya yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk lainnya. Contoh Allah Swt bersifat Al-Kabir adalah dengan diciptakannya matahari yang sangat panas dengan sinar yang menerangi semesta alam sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup seluruh makhluk. Begitu juga terhamparnya laut yang luas dan gunung-gunung yang tinggi menghiasi bumi ini semakin membuktikan bahwa Allah Maha Besar.
          Ketika seorang Muslim sudah takbir (membesarkan nama Allah Swt), maka pikiran, perasaan, dan gerakan fisiknya hanya tertuju kepada Allah Swt. Ia berdiri dengan posisi menghormat, ruku’ dengan posisi merunduk, dan sujud berserah diri secara total kepada Allah Swt. Membesarkan nama Allah Swt tidak hanya dalam shalat. Namun shalat merupakan bukti sikap tawaduk dan rendah diri di hadapan Allah Swt. Siapa saja yang bersikap rendah diri maka Allah Swt akan mengan
gkat derajatnya, dan siapa saja yang bersikap angkuh maka Allah Swt akan menistakannya. Dalam al-Qur’an surah Al-Ra’d ayat 9 Allah Swt berfirman:
عَلِمُ الْغَيْبِ وَالِشَّهَدَةِالكَبِيرُالمُتَعَالِ
Artinya:
“yang mengetahui semua yang ghaib dan yang nampak yang Maha besar lagi Maha
tinggi.” (QS. Al-Rad [13]:9).
الكبير
Artinya: Allah Yang Maha Mulia
Ayo diskusikan permasalahan berikut ini!
Permasalahan
Jawaban
Berikanlah bukti bahwasanya Allah
Swt mempunyai sifat Al-Kabir!


Aku yakin bahwa Allah Swt akan mengangkat derajat siapa saja yang bersikap rendah hati, sebagai bukti bahwa Allah Maha Besar.

C. Al-Karim ) )الكَرِيْمُ
          Apa arti Al-Karim? Bagaimana sifat Allah Swt yang berkaitan dengan Al Karim? Ayo kita cari tahu.
          Makna pertama Al-Karim berarti kedudukan-Nya tinggi dan kekuasaan-Nya besar. Makna ini merujuk pada kemuliaan dzat. Dalam al-Qur’an surah Yusuf ayat 31 Allah Swt berfirman:
فَلَمَّا سَمِعَتْ بِمَكْرِ هِنَّ أَرْسَلَتْ إِلَيْهِنَّ وَأَعْتَدَتْ لَهًنَّ مُتَّكَئا وَءَاتَتْ كُلَّ وَا حِدَةٍ مِنْهُنَّ سِكَيْنَا وَقَالَتِ اُخْرُجْ عَلَيْهِنَّ فَلَمَّا رَأَيْنَهُو أكْبَرْ نَهُو وَقَطَعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَشَ لِلّهِ مَا هَذَا بَشَرًا إلَّا مَلَكٌ كَرِيْمٌ
Artinya:
“Maka tatkala wanita itu (Zulaikha) mendengar cercaan mereka, diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakannya bagi mereka tempat duduk, dan diberikannya kepada masing-masing mereka sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian Dia berkata (kepada Yusuf): “Keluarlah (nampakkanlah dirimu) kepada mereka”. Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa)nya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: “Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah Malaikat yang mulia.”(QS. Yusuf [12]:31).

          Makna kedua Al-Karim berarti pemilik sifat-sifat indah atau karakter yang mulia. Makna ketiga Al-Karim berarti kemuliaan pada perbuatan-Nya. Sehingga ketiga makna di atas adalah Allah Swt Maha mulia dalam dzat, sifat, dan perbuatan- Nya. Orang yang mengetahui bahwa Allah Swt Maha Mulia sifat-Nya maka ia takkan mencintai selain Allah Swt. Orang yang mengetahui bahwa Allah Swt Maha Mulia dzat-Nya maka ia akan mencintai Allah Swt tanpa adanya keraguan. Orang yang mengetahui bahwa Allah Swt Maha Mulia perbuatan-Nya maka ia takkan meminta selain kepada Allah Swt. Contoh Allah Swt memiliki sifat Al-Karim yaitu Allah Swt selalu memaafkan hambanya dan Allah Swt selalu menepati janji-Nya bila berjanji. Allah Swt tidak akan mengabaikan hamba yang menuju dan berlindung kepada-Nya.
الكَرِيْمُ
Artinya: Allah Maha Mulia.
Ayo diskusikan permasalahan berikut ini!
Permasalahan
Jawaban
Berikanlah bukti bahwasanya Allah
Swt mempunyai sifat Al-Karim!


Aku yakin bahwa Allah Swt Maha Mulia, janganlah sekali-kali kalian meminta pertolongan kepada selain Allah Swt karena Allah Swt Maha Mulia takkan terbatas dan takkan terlampaui oleh angan-angan.

D. Al-Malik  (المَلِكُ)

          Apa arti Al-Malik? Bagaimana sifat Allah Swt yang berkaitan dengan Al-Malik? Ayo kita cari tahu.
          Al-Malik artinya Yang Maha raja. Dialah yang merajai segala raja dan dzat yang berkuasa di bumi ini. Dzat yang memiliki kerajaan berarti memiliki kewenangan mutlak untuk mengatur dan memutuskan kepentingan seluruh makhluk tanpa butuh bantuan, tanpa bisa dihalangi, dan tanpa butuh pendukung. Allah Swt memiliki kekuasaan itu dengan dibarengi keagungan dan kemuliaan.
          Nama Allah Al-Malik mencakup seluruh sifat keagungan, kekuasaan, dan keluasan ilmu. Artinya, tak ada satu pun yang luput dari pengetahuan-Nya. Allah Swt berkuasa mewujudkan ketentuan-Nya, berupa pahala maupun siksa. Contoh semua jabatan, kekuasaan, kewenangan, kedudukan dan kemuliaan ada di bawah kekuasaan Allah Swt. Jika di dunia ini kita banyak menjumpai orang yang berkuasa, memiliki kewenangan dan jabatan yang tinggi, memiliki kewenangan dan kekuasaan mengatur segala sesuatu, maka Allah Swt lebih kuat dan lebih berkuasa dari semua itu. Sebagai yang paling berkuasa di seluruh jagat semesta raya, maka Dialah yang berkuasa pula untuk mencabut dan memberi kekuasaan pada siapa yang dikehendaki-Nya. Firman Allah Swt dalam al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 247:
وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ الّله قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكَا قَالُواْ أَنَّى يَكُو نُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَ حَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِّنَ الْمَا لِقَا لَ إِنَّ الّلهَ اصْطَفَآهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُو بَسْطَةً فِى العِلْمِ وَالْجِسْمِ وَالّلهُ يُؤ تِى مُلْكَهُو مَن يَشَآءُ وَاللهوسِعٌ عَلَيمُ
Artinya:
“Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu.” mereka menjawab: “Bagaimana Thalut memerintah Kami, Padahal Kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?” Nabi (mereka) berkata: “Sesungguhnya Allah telah memilih mu dan menganugerahinya ilmu yang Luas dan tubuh yang perkasa.” Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]:247).

Ayo diskusikan permasalahan berikut ini!
Permasalahan
Jawaban
Berikanlah bukti bahwasanya Allah Swt mempunyai sifat Al-Malik!



-s e l e s a i-

Video Pembelajaran Menyenangkan!!!